Jumat, 26 April 2013

RASIO PROFITABILITAS

Rasio Profitabilitas merupakan rasio yang mengukur efektivitas manajemen secara keseluruhan yang ditujukan oleh besar kecilnya tingkat keuntungan yang di peroleh dalam hubungannya dengan penjualan dan investasi.

Rasio Profitabilitas pada umumnya ada empat yaitu :
1. Gross Profit Margin
    dimana hal rasio ini memperlihatkan hubungan antara penjualan dan beban pokok penjualan, mengukur kemampuan sebuah perusahaan untuk mengendalikan biaya persediaan atau biaya opersai barang mamupun untuk meneruskan kenaikan harga lewat penjualan pada pelanggan.
Adapun rumus rasio gross profit margin adalah:
Sales - Cost of Good Sold
Sales
Keterangan:
  • Cost of good sold  = Harga Pokok Penjualan
  • Sales                     = Penjualan
2. Net Profit Margin
    di sebut juga dengan rasio pendapatan penjualan, adapun rumusnya adalah sebagai berikut:
Earning After Tax
Sales
Keterangan:
  • Earning After Tax = Laba setelah pajak
3. Return on Investment (ROI)
    Rasio ini melihat sejauh mana investasi yang telah di tanamkan mampu memberikan keuntungan sesuai dengan yang du harapkan. adapun rumusnya adalah sebagai berikut:
Earning After Tax
Total Assets
4. Return on Equity
    rasio ini mengkaji sejauh mana suatau perusahaan mampu memberikan laba atas ekuitas, adapun rumusnya adalah sebagai berikut:
Earning After Tax
Shareholders equity
Keterangan:
  • Shareholders equity = Modal sendiri

CONTOH LAPORAN KEUANGAN (LAPORAN NERACA)

CV. TRI OEGI GRAFIKA
LAPORAN NERACA
PERIODE 2013
AKTIVA
Aktiva Lancar :
Kas  Rp 10.000.000
Piutang Usaha  Rp   5.000.000
Perlengkapan Kantor  Rp 15.000.000
Iklan Di Bayar dimuka  Rp   1.000.000
Jumlah  Rp    31.000.000
Aktiva Tetap :
Tanah  Rp                   -
Bangunan  Rp                   -
Gedung  Rp                   -
Peralatan  Rp   5.000.000
Jumlah  Rp      5.000.000
TOTAL AKTIVA  Rp36.000.000
PASSIVA
Utang Lancar :
Utang Usaha  Rp   5.000.000
Jumlah  Rp      5.000.000
Modal Pemilik :
Modal   Rp 31.000.000
Jumlah  Rp    31.000.000
TOTAL PASSIVA  Rp36.000.000

CONTOH LAPORAN KEUANGAN PERUSAHAAN JASA

CV. TRI OEGI GRAFIKA
LAPORAN NERACA SALDO
PERIODE 2012

NO. NAMA AKUN DEBET KREDIT
111 Kas  Rp    10.000.000
112 Piutang Usaha  Rp      5.000.000
113 Perlengkapan Kantor  Rp    15.000.000
114 Iklan dibayar dimuka  Rp      1.000.000
121 Peralatan Kantor  Rp      5.000.000
211 Utang Usaha  Rp       5.000.000
311 Modal  Rp    31.000.000
312 Prive  Rp      2.000.000
411 Pendapatan Jasa  Rp       8.000.000
511 Beban Gaji  Rp      3.000.000
512 Beban Iklan  Rp          500.000
513 Beban Listrik,Air,Telp  Rp          500.000
514 Beban Perlengkapan  Rp      1.500.000
515 Beban Lain-lain  Rp          500.000
Jumlah  Rp    44.000.000  Rp    44.000.000



CV. TRI OEGI GRAFIKA
LAPORAN LABA RUGI
PERIODE 2012

Pendapatan
Pendapatan jasa  Rp      8.000.000
Beban Usaha
Beban gaji  Rp      3.000.000
Beban iklan  Rp          500.000
Beban listrik,air dan telp  Rp          500.000
Beban Perlengkapan  Rp      1.500.000
Beban Lain-lain  Rp          500.000
Jumlah Beban Usaha  Rp      6.000.000  Rp      6.000.000
Laba Bersih  Rp      2.000.000


CV. TRI OEGI GRAFIKA
LAPORAN LABA RUGI
PERIODE 2012
Modal  Rp 31.000.000
Laba Bersih  Rp    2.000.000
Prive  Rp  (2.000.000)
Penambahan Modal  Rp                      -
Modal Akhir  Rp 31.000.000

Jumat, 19 April 2013

RASIO AKTIVITAS

Pengertian Rasio Aktivitas
Rasio ini merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur efektifitas perusahaan dalammenggunakan aktiva yang dimilikinya.atau dapat pula dikatakan rasio ini digunakan untuk mengukur tingkat efisiensi (efektifitas) pemanfaatan sumber daya perusahaan.

Manfaat Rasio Aktivitas

Dalam bidang piutang

-Perusahaan dapat mengetahui berapa lama piutang mampu ditagih selama saru periode. Kemudian perusahaan juga dapat mengetahui berapa kali dana yangditanam dalam piutang ini beputar dalam satu periode. Dengan demikian, dapatdiketahui efektif atau tidaknya kegiatan perusahaan dalam bidang penagihan.

-Perusahaan dapat mengetahui jumlah hari dalam rata-rata penagihan piutang (daysof receivable) sehingga perusahaan dapat pula mengetahui jumlah hari (berapa hari) piutang tersebut rata-rata tidak dapat ditagih.

Dalam bidang persediaan
Perusahaan dapat mengetahui hari rata-rata persediaan tersimpan dalam gudang. Hasil inidibandingkan dengan target yang telah ditentukan atau rata-rata industri. Kemudian perusahaan dapat pula membandngkan hasil ini dengan pengukuran rasio beberapa periodeyang lalu.

Dalam bidang modal kerja dan penjualan  Perusahaan dapat mengetahui berapa kali dana yang ditanamkan dalam modal kerja berputar dalam satu periode atau dengan kata lain, berapa penjualan yang dapat dicapaioleh setiap modal kerja yang digunakan.

Dalam bidang aktiva dan penjualan
-Perusahaan dapat mengathui berapa kali dana yang ditanamkan dalam aktiva tetap berputardalam satu periode.
-Perusahaan dapat mengetahui penggunaan semua aktiva perusahaan dibandingkandengan penjualan dalam suatu periode tertentu.

Jenis-jenis Rasio Aktivitas
Adapun jenis rasio aktivits yang sering digunkan perusahaan :
1.Perputaran piutang (receivable turn over)
2.Hari rata-rata penagihan piutang (days of receivable)
3.Perputaran persediaan (inventory turn over)
4.Hari rata-rata penagihan persediaan (days of inventory)
5.Perputaran modal kerja (working capital turn over)
6.Perputaran aktiva tetap ( fixed assets turn over)
7.Perputaran total aktiva ( total assets turn over)



Senin, 15 April 2013

Goresan - Goresan kusut: STRATEGI UNTUK MENGATASI RESIKO ILIQUID DAN INSOLV...

Goresan - Goresan kusut: STRATEGI UNTUK MENGATASI RESIKO ILIQUID DAN INSOLV...: STRATEGI UNTUK MENGATASI RESIKO ILIQUID DAN INSOLVABLE a. Tidak melakukan tindakan yang ceroboh dalam bidang kebijakan keuangan, artinya...
STRATEGI UNTUK MENGATASI RESIKO ILIQUID DAN INSOLVABLE
a. Tidak melakukan tindakan yang ceroboh dalam bidang kebijakan keuangan, artinya segala pengeluaran di perhitungkan dengan penerapan prinsip kehati-hatian.

b. Tidak melakukan spekulasi keuangan ( finansial speculation )

c. Melakukan kebijakan penggunaaan utang berdasarkan proporsi dan perioritasnya.

d. Seorang manajer keuangan harus selalu memiliki cadangan, termasuk sumber-sumber yang memiliki tingkat realistis untuk dijadikan sebagai sumber cadangan, dalam artian kondisi keuangan selalu berada dalam kondisi yang stabil dan aman terkendali.

Goresan - Goresan kusut: HUBUNGAN RASIO LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS DALAM P...

Goresan - Goresan kusut: HUBUNGAN RASIO LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS DALAM P...: HUBUNGAN RASIO LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN KINERJA PERUSAHAAN Likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan me...
HUBUNGAN RASIO LIKUIDITAS DAN SOLVABILITAS DALAM PERSPEKTIF MANAJEMEN KINERJA PERUSAHAAN
Likuiditas adalah kemampuan suatu perusahaan memenuhi kewajiban jangka pendeknya secara tepat waktu. adapun Solvabilitas adalah kemampuan suatu perusahaan dalam membayar utang-utangnya yang jatuh tempo secara tepat waktu. Maka pemahaman likuiditas dan solvabilitas merupakan dua ukuran yang sering di pergunakan oleh investor dalam mengenali kondisi dan situasi kemampuan keuangan perusahaaan dalam menyelesaikan masalah-masalahnya secara cepat dan baik. 

Berikut ini adalah 4 bentuk hubungan antara likuiditas dan solvabilitas yang dapat di jadikan ukuran untuk melihat resiko suatu perusahaan, yaitu:
1. Liquid dan solvable
 adalah dimana suatu perusahaan dinyatakan sehat dan dalam keadaan baik, karena ia mampu melunasi kewajiban-kewajibannya yang jatuh tempo secara tepat waktu.

2. Liquid dan insolvable
 adalah suatau kondisi di mana suatu perusahaan tidak lagi memiliki keseimbangan finansial secara baik, karena likuiditasnya dianggap baik namun solvabilitasnya berada dalam posisi bermasalah.

3. Iliquid dan solvable
 adalah suatu kondisi dimana suatu perusahaan tidak mampu lagi memiliki keseimbangan finansial secara baik, ini terjadi karena liquiditasnya sudah tidak sehat lagi atau pihak manajemen perusahaan sudah tidak mampu lagi memenuhi kewajiban finansialnya secara tepat waktu.

4. Iliquid dan insolvable
 adalah kondisi perusahaan yang menuju pada kebangkrutan dimana perusahaan sudah tidak mampu lagi melunasi utang jangka pendeknya (short term liquidity) dan utang-utangnya yang ada di berbagai tempat yang jatuh tempo.